Rabu, 08 November 2023

P5 KELOMPOK 2

PROJEK P5 KEARIFAN LOKAL

JAJANAN TRADISONAL KHAS BALI

“SUMPING WALUH"


    Jajanan tradisional khas Bali merupakan masakan Nusantara yang dibuat oleh masyarakat asli Bali dengan bahan-bahan minimalis tapi menghasilkan citarasa yang maksimal. Sebuah masakan yang penuh akan makna tradisi dan kearifan lokal. Di Bali ada beragam jenis jajanan tradisional kita akan mengambil salah satu jenis jajanan khas Bali yaitu sumping waluh. Sumping waluh adalah nama kue tradisional olahan tepung beras yang dikukus, sedangkan waluh berarti labu kuning. Labu kuning ini bahan campuran yang menjadi ciri khas. Sumping waluh dibungkus dengan daun pisang, sumping waluh hanya bertahan satu hari.

Sumping waluh bercita rasa manis gula merah dengan aroma labu yang menyatu. Waluh atau labu kuning dalam sumping sebagian ada yang tidak diparut tapi di iris tipis-tipis sehingga masih terasa kuat manis labunya. Sumping waluh paling mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional. Di Bali sumping waluh merupakan salah satu jajanan tradisional untuk sarapan, sumping waluh juga menjadi salah satu makanan tradisional yang mudah ditemui saat upacara adat ataupun acara-acara penting lainnya, dan sumping waluh juga dapat anda temui di daerah lain. Di suku sunda misalnya, sumping disebut nagasari atau pais. Yang membedakan yaitu campurannya, ada pisang atau nangka, maka di bali campurannya adalah labu kuning.

Kita akan memberikan resep Sumping Waluh. Untuk Bahan-bahan yang diperlukan, 250 gr labu kuning, 150 gr kelapa setengah tua yang sudah di parut, 125 gr tepung beras, 75 gr gula merah, 1/4 sdt garam, dan yang terakhir daun pisang. Selanjutnya, Alat yang di perlukan yang pengukusan, kompor, pisau, sendok, mangkok besar, dan parutan. Cara membuat sumping waluh yang pertama parut kasar daging buah labu. Selanjutnya, tambahkan garam secukupnya pada parutan labu. Kemudian, diamkan selama 15 menit. Selanjutnya kita akan membuat adonan tepungnya. Campurkan tepung beras sedikit demi sedikit dengan air panas sambil diaduk. Setelah itu, masukkan labu, kelapa parut, gula merah, dan garam. Kemudian, uleni hingga benar-benar  merata. Adonan sumping wuluh siap dimasak. Setelah adonan sudah selesai, siapkan daun pisang yang sudah dipotong-potong, lalu letakkan di atas telapak tangan. Kamu bisa menambahkan 1 sampai 2 sendok makan adonan labu  di atas daun pisang tersebut, lalu bungkus sesuai selera. Kemudian, kukus selama 15-30 menit hingga matang merata. Selanjutnya setelah matang kita angkat dan sajikan.

Sekian artikel PROJEK P5 kelompok kami, sebelum itu kami akan memberikan kesimpulan tentang materi jajanan tradisonal khas Bali ayo lestarikan kembali makanan khas Bali yang sudah hampir punah, semoga apa yang kami buat bisa menginspirasi kalian yang ingin ikut melestarikannya juga, sekian artikel dari kami, kami tutup dengan Parama Shanti Om Shanti Shanti Shanti Om

 

 

https://youtu.be/2bSO4IA9u6Y?si=MdtpcmRx2_yn2DWY

Selengkapnya bisa dibuka link yang ada diatas yaa.. Terima Kasih.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

P5 KELOMPOK 2

PROJEK P5 KEARIFAN LOKAL JAJANAN TRADISONAL KHAS BALI “SUMPING WALUH"      Jajanan tradisional khas Bali merupakan masakan Nusantar...