PROJEK P5 KEARIFAN LOKAL
JAJANAN TRADISONAL KHAS BALI
“SUMPING WALUH"
Sumping waluh bercita rasa manis
gula merah dengan aroma labu yang menyatu. Waluh atau labu kuning dalam sumping
sebagian ada yang tidak diparut tapi di iris tipis-tipis sehingga masih terasa
kuat manis labunya. Sumping waluh paling mudah dijumpai di pasar-pasar
tradisional. Di Bali sumping waluh merupakan salah satu jajanan tradisional
untuk sarapan, sumping waluh juga menjadi salah satu makanan tradisional yang
mudah ditemui saat upacara adat ataupun acara-acara penting lainnya, dan sumping
waluh juga dapat anda temui di daerah lain. Di suku sunda misalnya, sumping
disebut nagasari atau pais. Yang membedakan yaitu campurannya, ada pisang atau
nangka, maka di bali campurannya adalah labu kuning.
Kita akan memberikan resep Sumping Waluh. Untuk Bahan-bahan yang diperlukan, 250 gr labu kuning, 150 gr kelapa setengah tua yang sudah di parut, 125 gr tepung beras, 75 gr gula merah, 1/4 sdt garam, dan yang terakhir daun pisang. Selanjutnya, Alat yang di perlukan yang pengukusan, kompor, pisau, sendok, mangkok besar, dan parutan. Cara membuat sumping waluh yang pertama parut kasar daging buah labu. Selanjutnya, tambahkan garam secukupnya pada parutan labu. Kemudian, diamkan selama 15 menit. Selanjutnya kita akan membuat adonan tepungnya. Campurkan tepung beras sedikit demi sedikit dengan air panas sambil diaduk. Setelah itu, masukkan labu, kelapa parut, gula merah, dan garam. Kemudian, uleni hingga benar-benar merata. Adonan sumping wuluh siap dimasak. Setelah adonan sudah selesai, siapkan daun pisang yang sudah dipotong-potong, lalu letakkan di atas telapak tangan. Kamu bisa menambahkan 1 sampai 2 sendok makan adonan labu di atas daun pisang tersebut, lalu bungkus sesuai selera. Kemudian, kukus selama 15-30 menit hingga matang merata. Selanjutnya setelah matang kita angkat dan sajikan.
Sekian artikel PROJEK P5 kelompok
kami, sebelum itu kami akan memberikan kesimpulan tentang materi jajanan
tradisonal khas Bali ayo lestarikan kembali makanan khas Bali yang sudah hampir
punah, semoga apa yang kami buat bisa menginspirasi kalian yang ingin ikut
melestarikannya juga, sekian artikel dari kami, kami tutup dengan Parama Shanti
Om Shanti Shanti Shanti Om
https://youtu.be/2bSO4IA9u6Y?si=MdtpcmRx2_yn2DWY
Selengkapnya bisa dibuka link yang ada diatas yaa.. Terima Kasih.. :)
